Horok-Horok Kuliner Tradisional Khas Jepara yang Harus Dilestarikan


Oh iya teman-teman kalau kalian denger Jepara, apa sih yang kalian ingat? Tentang Karimun atau tenun, kah? Buat kalian yang pernah ke Jepara, pastinya punya kenangan tersendiri yak, bagaimanapun Jepara memiliki panorama pemandangan yang indah. Jepara sendiri dikelilingi pegunungan dan kepulauan, sehingga membuat kota ukir ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata favorit banyak orang, terutama buat teman-teman yang doyan snorkling, karena di Karimun menjadi tempat snorkling paling terkenal. 

Jadi Jepara sendiri nggak hanya terkenal dengan tanah kelahiran Kartini aja loh, tapi banyak menyimpan potensi wisata yang luar biasa, dari wisata religi, wisata alam dan  wisata kuliner yang punya makanan tradisional yang menggoda. Salah satu makanan tradisional yang popular dan hanya dijumpai di Jepara itu Horok-Horok. Walau namanya terdengar aneh, tapi horok-horok ini memiliki banyak penggemar loh. 

Horok-horok merupakan makanan yang sangat unik, biasanya dijual dibungkus dengan daun jati, dan horok-horok sendiri terbuat dari tepung pohon aren.  Kenapa aku bilang unik? Karena menggunakan sisir dan bentuknya itu berupa butiran halus mirip styrofoam dan kenyal. Dibuatnya juga rumit,  tapi nggak serumit perasaan sih hihi. Intinya butuh waktu berjam-jam untuk proses pembuatannya ini dan membutuhkan tepung aren juga air bersih yang berkualitas agar horok-horok nggak cepat basi. 

Untuk membuat horok-horok juga nggak sembarangan orang, karena butuh keahlian dan konon perasaan yang membuatnya itu menentukan kesuksesan si horok-horok itu, jadi di Jepara sendiri orang yang membuat horok-horok keahliannya itu biasanya udah di turunkan secara turun temurun. Bisa dibilang skill membuat horok-horok ini menjadi warisan dan nggak semua orang bisa membuatnya.

Kuliner yang satu ini dapat mudah dijumpai di pasar di daerah Jepara, terutama pasar Kalinyamatan. Kalau di pasar yang jual biasanya ibu-ibu setengah baya. Selain ada di Pasar Kalinyamatan, aku juga dengan mudah menemukan horok-horok ini di kedai bakso maupun di tempat penjual pecel sayur. Oh iya, di tempat hajatan juga biasanya menyajikan bakso bersama dengan horok-horok. 

Rasa horok-horok yang sedikit asin  ini, biasanya disajikan dengan pecel sayur,  sate kikil, gulai maupun bakso pasti nikmat sekali dan bikin nagih. Kalau aku biasanya sih dinikmati bersama bakso yang pedes dan panas. Horok-horok juga menjadi pengganti nasi, karena bikin kenyang. 

Walaupun proses pembuatannya rumit, tapi harga horok-horok ini sangat terjangkau bisa dibilang sangat murah, kedepannya semoga saja semakin banyak orang yang membuat horok-horok agar horok-horok ini bisa terus dinikmati sampai kapanpun.

So, sebagai orang yang doyan makan, udah semestinya buat terus menjaga kuliner Indonesia agar terus bertahan dan tetap ada, dengan cara membelinya karena kalau bukan kita yang melestarikannya, lantas siapa lagi?

Baca Juga : Ada Kura-Kura Raksasa di Pantai Kartini Jepara

1 komentar

  1. hahaah, mirip angin ya namanya. Ini kayanya semacam kaya pecel ya?

    BalasHapus